Walau draft sementara Roadmap Bali sudah dibuat, namun hingga pukul 11.14 WIT, Sabtu (15/12) siang, Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) tak berhasil mengesahkan sekaligus menutup UNFCCC. Konferensi terus-menerus molor dan bertele-tele tanpa diketahui kapan akan ditutup.
Amerika Serikat, Kanada dan Jepang yang sejak semula dinilai Climate Action Network berperan destruktif dalam Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) di Bali, akhirnya berhasil menjegal tuntutan keadilan iklim, Jumat (14/12) malam. Draft Roadmap Bali hanya berisi pernyataan umum, bukan tuntutan ke negara maju untuk mengurangi emisi karbon 25-40 % pada tahun 2020.
Hari ini (14/12) peta jalan bali (Bali roadmap) benar-benar tersandera kepentingan negara-negara maju. Di satu sisi mereka bersedia melakukan transfer teknologi namun di sisi lainnya menolak menyepakati target penurunan emisi.
Menyusul alotnya perdebatan antara Uni Eropa beserta Amerika Serikat (AS), Jepang dan Kanada di sisi lainnya, maka penutupan Konferensi Perubahan Iklim PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC), Jumat (14/12) siang, jadi ikut molor.