Tanggapan Nelayan Atas Informasi Prakiraan Cuaca dan Potensi Ikan
Penulis :
P. Raja Siregar, Eri Damayanti,Siti Maimunah,
Imam Mulyadi, Achis Martua Siregar, Nazdan Meuraxa, Rosdi Bahtiar
Buku ini merupakan laporan dari penelitian aksi memberikan informasi prakiraan cuaca dan lokasi potensi ikan (peta PPDPI) kepada sejumlah nelayan di 5 lokasi melalui SMS setiap hari. Informasi prakiraan cuaca dan lokasi potensi ikan memiliki potensi membantu nelayan, khususnya nelayan kapal kecil, menghadapi ketidakteraturan pola musim yang berlangsung saat ini. Akan tetapi informasi yang sudah dihasilkan oleh BMKG dan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini belum menjangkau nelayan kecil di daerah. Selain itu, belum ada kajian yang menunjukkan adakah informasi tersebut akan mudah dipahami, dan dimanfaatkan nelayan untuk kepentingan melaut.
Pemberian informasi dilakukan kepada sejumlah nelayan di Muara Angke-Jakarta, Teluk Kwandang-Gorontalo, Pelabuhan Ratu-Jawa Barat, Krui-Lampung,dan Banyuwangi-Jawa Timur. Kelima lokasi ini mewakili perairan dengan karakter terlindungi pulau-pulau kecil, perairan samudera dan perairan selat. Tanggapan nelayan diamati oleh peneliti lapang yang menetap selama 2-3 bulan.
Pengamatan menunjukkan komponen informasi prakiraan cuaca yang sulit dipahami, mudah dipahami dan yang dimanfaatkan nelayan untuk keputusan pergi melaut dan menentukan lokasi melaut. Informasi tidak semata bermanfaat bagi keselamatan, juga untuk kepentingan meningkatkan hasil tangkap dan efisiensi.
Catatan lapang juga berisikan uraian rinci mengenai pengetahuan tradisional nelayan dalam menduga angin musim, menduga keberadaan ikan, dan melihat hubungan antara angin musim dan keberadaan ikan tertentu. Dalam beberapa hal, pengetahuan tersebut tidak lagi handal dalam menduga angin musim.
Karakteristik perairan, jenis kapal, dan jarak melaut menentukan perilaku nelayan dalam memperlakukan informasi yang diterima. Terlihat juga perlunya proses ‘menerjemahkan’ informasi agar menjadi lebih mudah dipahami oleh nelayan. Dari pengamatan tampak bahwa pesan singkat (SMS) memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan media informasi lain (selebaran tertulis, radio/televisi) dalam memperkenalkan informasi prakiraan cuaca untuk nelayan.
















